• PASUNDAN EXPERIENCE!!




    Oleh : Condro Priyoaji

    Kemarin Jum’at, aku dan Nabun (Nafan) berangkat dari Jember naik Mutiara Timur menuju Surabaya. Sesampainya di Surabaya, Nabun langsung tergesa-gesa berlari menuju loket. ”Ndo, cepetan tiketnya keburu abis!”, kata Nabun.
    Tapi di tengah jalan kami bertemu Ayos, memakai jaket merk converse milik temannya, Nuran. ”Bun sorii kemaren tiket Sancakanya abis, beli Pasundan ae yo..”, kata Ayos. Nabun dan aku disuruh nunggu di waiting room di Gubeng. Tak lama kemudian Ayos pun tiba, dan berkata, ”Hahahaha, Welcome to the Wild Journey (dengan wajah rai gedegnya yang da tau malu), ga ada tempat duduk dan kalian harus berdiri!, hahahaha (tertawa tanpa merasa salah sedikit pun).
    Kami pun masuk ke dalam kereta. Aku sempat berpikir, emangnya ”cuma” gini The Wild Journey (belum tahu yang sebenernya)?. Aku berdiri sama Nabun dekat pintu keluar, setelah kereta jalan Nabun menyuruhku untuk jongkok. Di tempat duduk depan kami terdapat pasangan cina (mungkin) yang terlihat tidak seperti cina-cina yang hidup mewah di luar sana. Mereka mengenakan pakaian sederhana dan tentunya sedang menaiki kereta kelas ekonomi.
    Perjalanan masih terus berlanjut, berhanti dari stasiun satu ke stasiun lainnya. Nabun memperkirakan bahwa nanti di Madiun bakal terjadi pergantian suasana. Entah itu bertambah sepi dan loggar atau sebaliknya. ”Ayo yang belum makan, pecel madiun, pecel madiun, dua ribuan...”, suara pedagang asongan yang sudah menandakan kami sampai di Madiun. Wah ternyata Nabun berbakat jadi peramal, prediksinya tepat bahwa keadaan bakal berubah. Tapi sayangnya perubahan tersebut tidak sesuai keinginan kedua kaki kami yang sudah pegal-pegal, PENUMPANG SEMAKIN MEMBLUDAK!!. Dari sinilah keunikan kereta kelas ekonomi bermulai.
    Aku berpikir mungkin ada tiga faktor yang menyebabkan membludaknya penumpang di kereta Pasundan ini. Tentunya yang pertama adalah hari libur tiga hari berturut-turut. Yang kedua mungkin karena rute perjalanan kereta Pasundan yang tidak dekat, dari Surabaya sampai Bandung. Dan yang ketiga tentunya karena kereta ini kelas ekonomi, yang bisa dijangkau seluruh kalangan masyarakat.
    Di tengah jalan kami bertemu seorang tua, mengenakan jaket militer, terdapat bros berbentuk bintang berwarna emas di dadanya (mungkin lencana, pangkat atau semacamnya). Memakai topi bertuliskan navy seal , dari situ aku dapat mengira-ngira bahwa kakek tua itu adalah mantan angkatan laut. ”Dik tolong ini sama ini digantungin di situ ya...”, kakek tersebut menyuruh seorang anak muda di sebelah saya untuk menggantungkan DUA SARANG BURUNG beserta isinya di tempat tas! Mampus abis... Kedua pasangan cina itu tidak bisa melawan, tapi dari wajah perempuan cina itu berkata, ”As#, ga mikir banget sih ni orang tua, kalo burungnya berak di kepala gue gimana?” hahaha.
    Seandainya para petugas kereta melarang para pedagang asongan masuk ke kereta, mungkin keadaan bakal jauh lebih tentram. Gimana engga’, sudah tahu kereta ini sudah tidak mungkin untuk jualan, masih saja mereka ngotot masuk. Para pedagang berusaha memberikan kesan baik dengan berkata, ”Nuwun Sewu”. Tapi bagiku tetep aja mereka salah!
    Tapi aku mengakui aku dapat pengalaman yang keren, setidaknya aku sudah ngerasain gimana sih keadaan paling parahnya kereta ekonomi, hehehe. Aku mengamati berbagai macam kekurangan dan kelebihan kereta ekonomi. Dan aku menemukan satu kelebihan yang engga bakal ketemu di kereta Bisnis dan Eksekutif, kereta ekonomi membuktikan bahwa manusia itu adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri.
    thendondo.blogspot.com
  • 3 komentar:

    aklam mengatakan...

    hahaha nice story nice pic! lanjutkan! coba kamu bikin setiap postingmu ada dua sampai lima ilustrasi, wah bakal keren tuh, soalnya setahuku belom ada yang bikin kayak gitu...

    Navan mengatakan...

    ah, iya! stuju ma mas ayos! emang manteb deh kalo kamu bikin postingan pake ilustrasi...^^

    ayo naek ekonomi lage! wkwkwk...

    NDoo mengatakan...

    tak kirain stuju kalo mas ayos rai gedeg, hehehe

    Diberdayakan oleh Blogger.

    NetworkedBlogs

    Kenalan Hyuuk

    follower