• TAHUN 69

    Oleh Ryu Murakami


    ‘Bubarkan Kompetisi Olahraga Nasional’

    Kutuliskan slogan itu di salah satu pilar di gerbang depan sekolah dengan cat berwarna biru. Kuas kutekankan kuat-kuat supaya catnya bisa merasuk masuk ke dalam permukaan batu yang kasar. Di pilar yang lainnya Adama menuliskan slogan berbunyi ’Perjuangan Rasional’. Kukatakan pada Adama untuk jangan menggunakan bahasa baku semacam itu. Tapi, menurut Adama yang selalu tenang itu, taktik ini malah bagus untuk membuat mereka bingung dan tidak menemukan siapa yang melakukan semua ini.

    Sejak masuk ke dalam halaman sekolah, lampu senter harus dimatikan. Di halaman sekolah terdapat kebun bunga yang tertata rapi. Gedung sekolah berbentuk V menjulang tinggi diterangi cahaya bulan di malam hari. Dadaku berdegup kencang saat melihat bangunan sekolah. Di Jendela kaca ruang guru, kutempelkan spanduk bertuliskan slogan yang berbunyi ’Hey Anjing-anjing Kekuasaan, Kritiklah Dirimu Sendiri!’. Semuanya kutulis dengan cat warna biru, kecuali tulisan anjing yang kuberi cat berwarna merah. Langit bersih tanpa awan tapi sayangnya udara terasa begitu lembab. Keringat mengucur di sekujur tubuhku karena aku mengenakan kaus tebal. Tembok perpustakaan ditulisi slogan ’Ambil Persenjataan Kalian, Wahai Kawan!’ Nakamura muncul dan mengatakan kalau tim atap sudah masuk ke dalam gedung sekolah lewat jalan darurat di sebelah ruang olahraga. ”Ayo, kita masuk!” kataku mengajak tim grafiti.
    ...

    ”Hei, Nakamura!”
    ”Ya.”
    ”Apa kau kena diare?”
    ”Entahlah!”
    ”Apa sudah mau keluar?”
    ”Aduh, ujungnya sudah mau keluar nih!”
    ”Kalau gitu lakukan di atas sana!”
    Nakamura terkejut, ”Hah?!?” Mulutnya mangap. Aku menunjuk ke arah meja kepala sekolah.
    ...
    >_<

    Tahun 69 menceritakan tentang kenakalan remaja di Negara Jepang. Kensuke Yazaki, tokoh utama novel ini. Dia sosok yang licik, hanya karena cewek idamannya dia mengajak kawan-kawannya mengadakan barikade di sekolahnya. Bersama Adama teman terdekatnya dia pun berhasil mengadakan barikade. Awalnya diduga oleh kepolisian Jepang pelakunya bukan dari orang dalam sekolah, tapi akhirnya ketahuan juga deh. Yazaki di skors.

    Aku suka novel ini karena unsur ”FREEDOM”-nya yang luar biasa, dengan bahasa yang sederhana. Dan juga megupas dalam tentang hal-hal yang disukai remaja Jepang pada masa itu. Termasuk tentang masalah sex. Tapi keseluruhan sip lah.
  • 1 komentar:

    aklam mengatakan...

    hahaha iya ryo murakami emang GILA! nih novel emang asik ndo!

    Diberdayakan oleh Blogger.

    NetworkedBlogs

    Kenalan Hyuuk

    follower