ABOUT US

Our development agency is committed to providing you the best service.

OUR TEAM

The awesome people behind our brand ... and their life motto.

  • Neila Jovan

    Head Hunter

    I long for the raised voice, the howl of rage or love.

  • Mathew McNalis

    Marketing CEO

    Contented with little, yet wishing for much more.

  • Michael Duo

    Developer

    If anything is worth doing, it's worth overdoing.

OUR SKILLS

We pride ourselves with strong, flexible and top notch skills.

Marketing

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

Websites

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

PR

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

ACHIEVEMENTS

We help our clients integrate, analyze, and use their data to improve their business.

150

GREAT PROJECTS

300

HAPPY CLIENTS

650

COFFEES DRUNK

1568

FACEBOOK LIKES

STRATEGY & CREATIVITY

Phasellus iaculis dolor nec urna nullam. Vivamus mattis blandit porttitor nullam.

PORTFOLIO

We pride ourselves on bringing a fresh perspective and effective marketing to each project.

  • finger attack!!

    finger attack!!

  • from toy to king

    from toy to king

    From Toy to King from kreisone on Vimeo.

  • Bombing Parkiran Sekolah!!

    Bombing Parkiran Sekolah!!

  • bombing belakang maxima kalimantan

    bombing belakang maxima kalimantan






  • Vector Goofi!

    Vector Goofi!







  • Bombing DOHO!

    Bombing DOHO!








    ndondo, Skizo, Tiyok
  • Bombing Paparazi

    Bombing Paparazi

  • bombing good finger!!

    bombing good finger!!

    sedikit ada peningkatan...
  • bombing rumah simbah...

    bombing rumah simbah...

    kurang rapi sih..., tapi aku suka perpaduan warnanya... hhaa
    step by step..
    .
  • RAINBOW GUFI!

    RAINBOW GUFI!


    paint with : tipe x, spidol
    canvas : wood table in my class.
  • PASUNDAN EXPERIENCE!!

    PASUNDAN EXPERIENCE!!




    Oleh : Condro Priyoaji

    Kemarin Jum’at, aku dan Nabun (Nafan) berangkat dari Jember naik Mutiara Timur menuju Surabaya. Sesampainya di Surabaya, Nabun langsung tergesa-gesa berlari menuju loket. ”Ndo, cepetan tiketnya keburu abis!”, kata Nabun.
    Tapi di tengah jalan kami bertemu Ayos, memakai jaket merk converse milik temannya, Nuran. ”Bun sorii kemaren tiket Sancakanya abis, beli Pasundan ae yo..”, kata Ayos. Nabun dan aku disuruh nunggu di waiting room di Gubeng. Tak lama kemudian Ayos pun tiba, dan berkata, ”Hahahaha, Welcome to the Wild Journey (dengan wajah rai gedegnya yang da tau malu), ga ada tempat duduk dan kalian harus berdiri!, hahahaha (tertawa tanpa merasa salah sedikit pun).
    Kami pun masuk ke dalam kereta. Aku sempat berpikir, emangnya ”cuma” gini The Wild Journey (belum tahu yang sebenernya)?. Aku berdiri sama Nabun dekat pintu keluar, setelah kereta jalan Nabun menyuruhku untuk jongkok. Di tempat duduk depan kami terdapat pasangan cina (mungkin) yang terlihat tidak seperti cina-cina yang hidup mewah di luar sana. Mereka mengenakan pakaian sederhana dan tentunya sedang menaiki kereta kelas ekonomi.
    Perjalanan masih terus berlanjut, berhanti dari stasiun satu ke stasiun lainnya. Nabun memperkirakan bahwa nanti di Madiun bakal terjadi pergantian suasana. Entah itu bertambah sepi dan loggar atau sebaliknya. ”Ayo yang belum makan, pecel madiun, pecel madiun, dua ribuan...”, suara pedagang asongan yang sudah menandakan kami sampai di Madiun. Wah ternyata Nabun berbakat jadi peramal, prediksinya tepat bahwa keadaan bakal berubah. Tapi sayangnya perubahan tersebut tidak sesuai keinginan kedua kaki kami yang sudah pegal-pegal, PENUMPANG SEMAKIN MEMBLUDAK!!. Dari sinilah keunikan kereta kelas ekonomi bermulai.
    Aku berpikir mungkin ada tiga faktor yang menyebabkan membludaknya penumpang di kereta Pasundan ini. Tentunya yang pertama adalah hari libur tiga hari berturut-turut. Yang kedua mungkin karena rute perjalanan kereta Pasundan yang tidak dekat, dari Surabaya sampai Bandung. Dan yang ketiga tentunya karena kereta ini kelas ekonomi, yang bisa dijangkau seluruh kalangan masyarakat.
    Di tengah jalan kami bertemu seorang tua, mengenakan jaket militer, terdapat bros berbentuk bintang berwarna emas di dadanya (mungkin lencana, pangkat atau semacamnya). Memakai topi bertuliskan navy seal , dari situ aku dapat mengira-ngira bahwa kakek tua itu adalah mantan angkatan laut. ”Dik tolong ini sama ini digantungin di situ ya...”, kakek tersebut menyuruh seorang anak muda di sebelah saya untuk menggantungkan DUA SARANG BURUNG beserta isinya di tempat tas! Mampus abis... Kedua pasangan cina itu tidak bisa melawan, tapi dari wajah perempuan cina itu berkata, ”As#, ga mikir banget sih ni orang tua, kalo burungnya berak di kepala gue gimana?” hahaha.
    Seandainya para petugas kereta melarang para pedagang asongan masuk ke kereta, mungkin keadaan bakal jauh lebih tentram. Gimana engga’, sudah tahu kereta ini sudah tidak mungkin untuk jualan, masih saja mereka ngotot masuk. Para pedagang berusaha memberikan kesan baik dengan berkata, ”Nuwun Sewu”. Tapi bagiku tetep aja mereka salah!
    Tapi aku mengakui aku dapat pengalaman yang keren, setidaknya aku sudah ngerasain gimana sih keadaan paling parahnya kereta ekonomi, hehehe. Aku mengamati berbagai macam kekurangan dan kelebihan kereta ekonomi. Dan aku menemukan satu kelebihan yang engga bakal ketemu di kereta Bisnis dan Eksekutif, kereta ekonomi membuktikan bahwa manusia itu adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri.
    thendondo.blogspot.com
  • the good finger vector...

    the good finger vector...


    "THUNDER STRIKE!"
    "DO YOU WANT TO PLAY SUMO WITH ME?"
  • Hello!

    Hello!




    Created by Ndo

    Photo by Nafan Satriaji



  • the GUFI

    the GUFI


    The GUFI WAS BORN!!
    Sekarang aku sudah memilih gufi menjadi karakterku, hmm gimana ya, GUFI adalah sesosok makhluk kayalan yang memiliki kaki berupa jari tangan. Kupikir ini adalah karakter yang unik, i like it. Postur kepala sampai perut kubuat simple agar terlihat imut, selain itu jika dilihat-lihat pasti akan terlihat seperti manga. Ya, memang saya suka manga, tapi karena ini adalah karakter maka kubuat simple aja. Trus kaki jarinya agak sedikit kubuat lebih detail. Aku sendiri ngga tau kenapa tiba-tiba aku buat karakter the GUFI ini. Yang jelas aku ingin memiliki karakter tetapku, seperti "cumi"nya darbotz, tupainya tutu, dan lain sebagainya. Oya GUFI sendjiri dari kata GOOD FINGER, emang seharusnya GOFI tapi ah kurang seru jadi GUFI aja deh...



    Oya aku tadi itu nempel-nempel pas hari rapotan, anak yang lain mbawa kesiapan hati, lah aku malah mbawa gunting, gambar, sama lem rajawali (lemnya pak tukang). Mampus abis.


  • Sepuluh Satu

    Sepuluh Satu

    Sepuluh satu ya,...
    Kelas yang unik, penuh warna, pokoknya campur aduk lah. Aku bersyukur bisa tinggal di sini, ya walau ku tahu setiap tempat ga semuanya dipenuhi oleh kebahagiaan, kecuali surga tentunya. Setahun ini kulewati dengan penuh kenangan, entah manis, pahit, bahkan getir sekalipun. Aku banyak dapat pelajaran, ya dapat diartikan akademis maupun kematangan jiwa. Jujur entah kenapa mulai kelas satu SMA ini aku bisa dibilang berubah total daripada waktu aku MTs dulu. Mungkin ini yang disebut masa pubertas kali. Contoh, waktu aku MTs aku ngga suka pake baju kalo ga rapi, beda dengan sekarang aku selalu ngeluarin baju, yah minimal harus "njelembret". Kupikir yah kurang seru aja kalau masa SMA yang harus seru ini dilewati 'with rule the obey'. Makanya aku selalu manggumamkan kata FREEDOM. Aku suka kata ini, artinya dalam banget. Aku terinspirasi dengan Ryu Murakami dalam bukunya 'Tahun 69', salah satu buku kesukaanku. Isi selengkapnya sudah kuposting di sebelumnya. Aku ngga mau melupakan saat rambutku ditarik sama Pak Arsah yang sambil berkata, "Ayo bajunya masukin!". Waktu itu aku ngga berani liat sorot matanya.

    Setelah mengamati selama setahun ini, aku sudah menemukan hal-hal yang membuat kelas ini beda dengan kelas yang lain. Yang pertama

    YOMANIA

    Kurasa orang pecinta yoyo pantas kutaruh d paling atas, sebab bisa kukatakan "Hanya kelas sepuluh satu saja yang punya YOMANIA...". Mereka ngga malu main yoyo didepan umum, salut dah. Aku nganggep orang yang jago yoyo itu orang yang keren kok. Melakukan trik yang inovatif dan tidak membosankan, aku hanya bisa ngacungingin jempol dah buat mereka.

    dan yang ke dua

    GAMERS

    Mereka keluar kelas paling awal, bahkan bisa kukatakan, paling awal keluar sekolah. Lari secepat-cepatnya. Yang mereka pikirkan hanya "Ada kursi kosong di centra(game center di sebelah SMADA) ga ya?".Setelah sampai, jari-jarinya sudah siap di shortcutnya masing-masing. Tangan kanan dah pegang mouse. Dan satu lagi mulutnya udah ancang-ancang misuh kapan saja, hehe. Emang tanpa misuh, game tu kayak sayur tanpa garam dah! Hambar banget...

    Pokoknya salut, naikkan level, dan lakukan yang kalian suka! hehe..


    yang ketiga...




    BOMBER

    Satu pilox 20 ribu! Kalau mau ngebomb, minimal beli 3 buah, berarti dah 60 ribu! Padahal uang jajan anak SMA paling 200 ribuan. Mereka pikir, apa sih yang enggak buat hobi. Selama itu positf tentunya... Masyarkat salah sangka atas kelakuan para Bomber. Bomber itu ga bermaksud sama sekali untuk merusak fasilitas umum, kami menghias yang ada guna sedap di pandang mata, ngga lebih!

    Cewek

    Nah ini bagian yang paling seru. Di sepuluh satu yang terkenal bukan anak laki-laki. Yang saya sayangkan itu. Setiap saya ditanya, "Kamu sepuluh berapa?". Setelah saya jawab sepuluh satu, pasti yang dipikirkan orang tadi adalah (sebut saja Hmm). "Eh salam ya, buat Hmm..", Eh gmana si Hmm, tambah sip aja ya?, dan lain sebagainya... Gimana ngga heboh, setiap hari aja mereka pakai dandanan yang bisa kubilang "overdosis" kelebihan lah. Bedaknya, tebel pol, pake lipstik, waduh pokoknya ga wajar buat anak SMA. O ya mereka juga bawa kaca kecil, agar bisa ngaca dimanapun, kapanpun mereka mau. Tasnya dan sepatunya kayak ibu-ibu arisan. Sampe secara tidak langsung, seolah-olah mereka berbicara pada kaum adam, "Godain aku dong!"
    Hahaha just kid, yang ngerasa jangan dimasukkan hati.

    Pokoknya kelas sepuluh satu keren

    Yang terakhir, saya ucapkan maaf, dan terima kasih buat semua...







  • I'm a good boy mask

    I'm a good boy mask

    I'm a good boy...
    Hmm mulai sekarang mau pake topenk trus ah. Soalnya kan para bomber harus misterius, kalo ngga bisa-bisa ketangkep polisi lagi, hehehe
  • Jin biru

    Jin biru



    Wakakak Jin Biru was Born!!!
    wah hasrat ngebombku dah lumayan mereda nih, padahal aku tu baru d tengah perjuangan untuk ulangn semesteran, doain aja deh moga dapet nilai bagus-bagus.
    Setiap aku bikin graffiti pasti beda dengan rencana sehari sebelumnya...
    Pasti gak sesuai rencana, ya emang keadaan juga menentukan
    kemaren aku tuh berencana buat karakter juga, dengan mulut mangap dan tangan ingin menangkap sesuatu. Malem itu kupikirin, ah ga srek...
    ya udah kuganti karakter aja. Alasannya yang pertama kenapa nggak mangap, karena karakter sebelumnya kan dah mangap, trus aku berpikir masa' karyaku mirip tutu terus...

    Hari Sabtu sore kemaren aku ga bisa tidur siang, ya ini gara-gara mikir ni plan...
    Aku ditemenin ma iman, dan juga Akbar. Akbar juga tertarik sama graffiti, tapi ya kayak aku, dia masih kurang mahir.

    Pengeluaranku kali ini juga ga begitu banyak, aku cuman beli warna biru doank, trus warna lainnya tu sisa kemaren...

    Ya Alhamdulillah dah selese...

    O ya dan terakhir, aku mau bilang: GRAFFITI IS NOT CRIME!


  • my first stencil

    my first stencil



    AH akhirnya selese juga ni stencil...
    Kali ini aku terinspirasi dengan karya-karya Blek le rat, atau punya julukan stencil God Father. Ehm memang ga terlalu bagus tapi yah di syukuri aja. Di stencil ku ini yang menarik menurutku adalah tulisan freedom merahnya, punya arti yang cukup dalam. Warna merah kupilih agar kontras dengan warna lainnya, biar kesannya wah. Di first stencilku ini ada yang masih kurang srek, yaitu adalah tulisan 2009 dan identitasku tu terlalu besar dari stencilnya. Kalo perlu malah seharusnya ga ada tu tulisan. Tapi sejauh ini yaa sip lah...(menurutku)


  • TAHUN 69

    TAHUN 69

    Oleh Ryu Murakami


    ‘Bubarkan Kompetisi Olahraga Nasional’

    Kutuliskan slogan itu di salah satu pilar di gerbang depan sekolah dengan cat berwarna biru. Kuas kutekankan kuat-kuat supaya catnya bisa merasuk masuk ke dalam permukaan batu yang kasar. Di pilar yang lainnya Adama menuliskan slogan berbunyi ’Perjuangan Rasional’. Kukatakan pada Adama untuk jangan menggunakan bahasa baku semacam itu. Tapi, menurut Adama yang selalu tenang itu, taktik ini malah bagus untuk membuat mereka bingung dan tidak menemukan siapa yang melakukan semua ini.

    Sejak masuk ke dalam halaman sekolah, lampu senter harus dimatikan. Di halaman sekolah terdapat kebun bunga yang tertata rapi. Gedung sekolah berbentuk V menjulang tinggi diterangi cahaya bulan di malam hari. Dadaku berdegup kencang saat melihat bangunan sekolah. Di Jendela kaca ruang guru, kutempelkan spanduk bertuliskan slogan yang berbunyi ’Hey Anjing-anjing Kekuasaan, Kritiklah Dirimu Sendiri!’. Semuanya kutulis dengan cat warna biru, kecuali tulisan anjing yang kuberi cat berwarna merah. Langit bersih tanpa awan tapi sayangnya udara terasa begitu lembab. Keringat mengucur di sekujur tubuhku karena aku mengenakan kaus tebal. Tembok perpustakaan ditulisi slogan ’Ambil Persenjataan Kalian, Wahai Kawan!’ Nakamura muncul dan mengatakan kalau tim atap sudah masuk ke dalam gedung sekolah lewat jalan darurat di sebelah ruang olahraga. ”Ayo, kita masuk!” kataku mengajak tim grafiti.
    ...

    ”Hei, Nakamura!”
    ”Ya.”
    ”Apa kau kena diare?”
    ”Entahlah!”
    ”Apa sudah mau keluar?”
    ”Aduh, ujungnya sudah mau keluar nih!”
    ”Kalau gitu lakukan di atas sana!”
    Nakamura terkejut, ”Hah?!?” Mulutnya mangap. Aku menunjuk ke arah meja kepala sekolah.
    ...
    >_<

    Tahun 69 menceritakan tentang kenakalan remaja di Negara Jepang. Kensuke Yazaki, tokoh utama novel ini. Dia sosok yang licik, hanya karena cewek idamannya dia mengajak kawan-kawannya mengadakan barikade di sekolahnya. Bersama Adama teman terdekatnya dia pun berhasil mengadakan barikade. Awalnya diduga oleh kepolisian Jepang pelakunya bukan dari orang dalam sekolah, tapi akhirnya ketahuan juga deh. Yazaki di skors.

    Aku suka novel ini karena unsur ”FREEDOM”-nya yang luar biasa, dengan bahasa yang sederhana. Dan juga megupas dalam tentang hal-hal yang disukai remaja Jepang pada masa itu. Termasuk tentang masalah sex. Tapi keseluruhan sip lah.
  • My First Graffiti

    My First Graffiti





    Akhirnya selesai juga...
    haha meski ga terlalu bagus
    tapi... setiap ku semprotkan piloxnya...
    luar biasa...

  • Diberdayakan oleh Blogger.

    NetworkedBlogs

    Kenalan Hyuuk

    follower

    WHAT WE DO

    We've been developing corporate tailored services for clients for 30 years.

    CONTACT US

    For enquiries you can contact us in several different ways. Contact details are below.

    Im a good boy

    • Street :Road Street 00
    • Person :Person
    • Phone :+045 123 755 755
    • Country :POLAND
    • Email :contact@heaven.com

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation.